Identitas Nasional
: Siapakah Manusia Indonesia?
Identitas
merupakan ciri-ciri khusus seseorang atau tanda pengenal, jati diri yang mana
tiap manusia tidaklah sama. Namun identitas ada yang diberi secara langsung
atau didapatkan melalui proses pencarian terlebih dahulu. Identitas yang sudah diterima
secara langsung seperti jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Identitas Si A sebagai
laki-laki adalah identitas yang diterima sejak dia lahir, terima tidak terima
maka dia tetap menerimannya,. Namun dengan kemajuan zaman yang ada identitas
dapat diganti dengan kemauan kita sendiri. Sama halnya dengan contoh yang tadi
Si A memiliki identitas sebagai laki-laki, namun dengan kemajuan medis yang ada
Si A memutuskan untuk menjadi seorang perempuan, sehingga identitas yang
dimiliki Si A berubah menjadi perempuan. Walaupun kita dapat mengubah identitas
yang kita miliki namun kita tak berhak memiliki identitas yang kita miliki
dikarenakan manusia sebagai individu yang tidak dapat lepas dari kehidupan
bermasyarakat maka status identitas yang kita miliki dapat dari orang lain yang
ada disekitar kita. Masyarakat yang ada tidak hanya menilai untuk dirinya
sendiri melainkan juga menilai identitas orang lain.
Identitas
sosial adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan
atas keanggotaannya dalam suatu kelompok sosiat tertentu, yang mana didalamnya
terrdapat nilai-nilai, tingkatan terlibat, rasa peduli dan rasa bangga terhadap
keanggotannya dalam kelompok sosial atau kelompok tersebut. Menurut William
James Identitas sosial diartikan sebagai diri pribadi dalam interaksi sosial,
dimana diri adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya
sendiri, bukan hanya tentang tubuh dan keadaan fisiknya sendiri saja, melainkan
tentang anak-istri, nenek moyangnya, teman-temannya, miliknya, dan lain-lain. Sedangkan
menurut Tajfel (1982), Indentitas sosial adalah bagian dari konsep diri
seseorang yang berasal dari pengatahuan mereka tentang keanggotatersebut. Identitas
berkaitan dengan keterlibatan, rasa peduli dan juga rasa bangga dari
keanggotaan dalam suatu kelompok tersebut. Identitas sosial yang ada dalam diri
manusia akan menghasilkan manfaat yang positif yang dapat dipertahankan dan dapat
dirasakan untuk jangka panjang.
Pada
saat ini banyaknya generasi milineal yang kurang mengerti adanya identitas sosial
yang melekat pada dirinya dan kelompok yang ada. Dimana generasi saat ini
kurang adanya interaksi yang ada lebih gemar memainkan ponsel yang dipegang
daripada berbicara secara langsung. Hal ini merupakan lunturnya berkomunikasi
antara satu dengan lain secara langsung dan dapat berpengaruh pada masa yang
akan dimana manusia lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Hal ini
merupakan hal yang sering tanpa kita sadari bahwa membuat kita semakin tidak
berani untuk berkomunikasi dengan yang lain dan berkurangnya nilai keberanian
dalam diri kita. Sebagai orang yang bernegara harus memiliki komunikasi yang
baik dengan satu dengan yang lain. Negara merupakan suatu gambaran komunikasi
politik dimana masyarakat mengatakan sebagai bagian dari negara tersebut. Maka
dari itu identitas nasional merupakan keanggota seseorang dalam suatu negara. Namun
Identitas nasional adalah sifat-sifat khas dari bangsa indonesia yang
membedakannya dengan bangsa-bangsa lain didunia ini. Identitas Indonesia meliputi Bendera merah putih, Burung Garuda,
Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, Undang-undang
Dasar 1945 dan banyak kebudayaan-kebudayaan indonesia. Dengan adanya banyak
Identitas yang dimiliki oleh indonesia maka harus dijaga agar indentitas yang
dimiliki Indonesia tidak mudah hancur atau diakui oleh negara lain dan
menjadikan bangsa yang kuat. Dalam hal ini bangsa merupakan kumpulan manusia
yang mana saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Sedangkan negara
merupakan organisasi sesuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang
diakui atau yang sah.
Untuk
menjaga Indonesia agar tetap utuh maka perlu adanya dorongan kita atau memaksa
diri kita untuk cepat bertindak untuk menyelesaikan masalah dengan baik dan dengan
pemersatuan yang dimiliki oleh Indonesia, dan agar indonesia dikenal oleh bangsa
lain dengan baik, selain itu untuk menjaga dan meningkatkan adanya kerjasama dengan
bangsa dan negara lain.
Dalam
suatu negara tentulah memiliki karakteristik yang berbeda-beda seperti ciri
khas yang dimiliki tentulah berbeda antara negara satu dengan yang lain,
memiliki kaitan erat dengan suatu bangsa, memiliki identitas yang berbeda
antara satu bangsa dengan yang lain. Tentulah indonesia memiliki karakter yang
berbeda seperti pancasila sebagai ciri khas atau kepribadi bangsa indonesia
yang diikuti orang warganya, UUD 1945 yang tidak ada dinegara lain, penduduk
yang beragama, dan bangsa yang demokratis yang tinggi. Namun sangatlah disayangkan
dengan menurunnya identitas nasional dalam diri manusia dapat berdampak
menurunnya nilai etika dan kehidupan, disorientasi dan belum dihayati
nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa dan keterbatasan perangkat
kebijakan dalam mewujukna nilai-nilai dan memudarkannya kesadaaran manusia.
Pada
saat ini menurut saya, identitas nasional di indonsia mulai memudar, kurang adanya
rasa nasionalisme dan rasa satu kesatuan indonesia membuat identitas nasional
negara menjadi kurang diperhatikan bahkan ada yang tidak memperdulikan .
Banyaknya penduduk yang ada diindonesia telah melupakan adanya unsur budaya
yang dimiliki indonesia yang merupakan identitas nasional bangsa indonesia. Seperti
banyaknya kasus-kasus yang kita ketahui seperti budaya barat yang masuk
keindonesia melalui globalisasi telah banyak mengubah pola hidup generasi muda
bahkan pola pikir anak muda saat ini, yang mana hal tersebut melupakan kultur
budaya bangsa indonesia. Sudah ada banyak budaya yang telah diklaim oleh negara
tetangga. Berikut adalah daftar yang diklaim oleh negara lain :
1.
Naskah
Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2.
Naskah
Kuno dari Sumatera barat oleh Pemerintah Malaysia
3.
Naskah
kuno dari Sulawesi selatan oleh pemerintah Malaysia
4.
Lagu
rasa sayang sayang e dari maluku oleh pemerintah malaysia
5.
Tari
Reog Ponorogo dari jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
6.
Lagu
Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
7.
Alat
Musik Gamelang dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
8.
Tari
Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
9.
Tari
piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
10.
Motif
Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
11.
Kain
Ulos oleh Malaysia
12.
Alat
musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
13.
Tari
Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
14.
Lagu
Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15.
Batik
tumbuk lada oleh Pemerintah Malaysia
Dari
Kasus tersebut yang dapat diketahui walaupun masih banyak kasus-kasus lain
dapat menunjukkan bahwa identitas nasional bangsa indonesia telah mengalami
penurunan . Hal tersebut merupakan salah satu dampak yang menunjukkan masalah
anatara indonesia dan malaysia tersebut. Dalam kasus yang diakui oleh negara
lain maka dapat saya simpulkan bahwa kurangnya rasa nasionalisme dan identitas
bersama sebagai warga negara indonesia yang masih kurang. Hal tersebut dapat
menyebabkan dengan mudahnya Indonesia indonesia mejadikan sasaran dari pihak
luar yang bertujuan memecah belah bangsa indonesia bahkan dapat membuat bangsa Indonesia
hancur. Yang membuat hal tersebut adalah lunturnya rasa nasionalisme dan
terjadinya krisis identitas nasional di masyarakat Indonesia saat ini, terutama
pada generasi saat ini yang mana masih dapat diharpkan dalam menyelesaikan
masalah yang ada selain peran warga negaranya sendiri. Dari banyaknya kasus-kasus
yang mengancam identitas nasional dan kesatuan tanah air indonesia. maka kita
sebagai generasi muda harus berusaha untuk mempertahankan nilai budaya yangt elah
ada dan terus menjaga dan melestarikannya. Kita harus menyadari bahwa kita
sebagai bangsa indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang harus dipertahankan
dan menjadi diri dari bangsa indonesia dan kita harus bangga menjadi bagian
dari tanah air kita yaitu Indonesia.
Referensi
http://www.academia.edu/12545484/EKSISTENSI_IDENTITAS_NASIONAL_DI_TENGAH_KEHIDUPAN_GLOBAL
https://idhamputra.wordpress.com/2008/10/21/teori-identitas-sosial/
https://blog.ub.ac.id/dewikhusnahamalia/2014/01/31/identitas-sosial/
https://kbbi.web.id/urgensi