Kamis, 14 Februari 2019

Identitas Nasional : Siapakah Manusia Indonesia?


Identitas Nasional : Siapakah Manusia Indonesia?
Identitas merupakan ciri-ciri khusus seseorang atau tanda pengenal, jati diri yang mana tiap manusia tidaklah sama. Namun identitas ada yang diberi secara langsung atau didapatkan melalui proses pencarian terlebih dahulu. Identitas yang sudah diterima secara langsung seperti jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Identitas Si A sebagai laki-laki adalah identitas yang diterima sejak dia lahir, terima tidak terima maka dia tetap menerimannya,. Namun dengan kemajuan zaman yang ada identitas dapat diganti dengan kemauan kita sendiri. Sama halnya dengan contoh yang tadi Si A memiliki identitas sebagai laki-laki, namun dengan kemajuan medis yang ada Si A memutuskan untuk menjadi seorang perempuan, sehingga identitas yang dimiliki Si A berubah menjadi perempuan. Walaupun kita dapat mengubah identitas yang kita miliki namun kita tak berhak memiliki identitas yang kita miliki dikarenakan manusia sebagai individu yang tidak dapat lepas dari kehidupan bermasyarakat maka status identitas yang kita miliki dapat dari orang lain yang ada disekitar kita. Masyarakat yang ada tidak hanya menilai untuk dirinya sendiri melainkan juga menilai identitas orang lain.
Identitas sosial adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan atas keanggotaannya dalam suatu kelompok sosiat tertentu, yang mana didalamnya terrdapat nilai-nilai, tingkatan terlibat, rasa peduli dan rasa bangga terhadap keanggotannya dalam kelompok sosial atau kelompok tersebut. Menurut William James Identitas sosial diartikan sebagai diri pribadi dalam interaksi sosial, dimana diri adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri, bukan hanya tentang tubuh dan keadaan fisiknya sendiri saja, melainkan tentang anak-istri, nenek moyangnya, teman-temannya, miliknya, dan lain-lain. Sedangkan menurut Tajfel (1982), Indentitas sosial adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengatahuan mereka tentang keanggotatersebut. Identitas berkaitan dengan keterlibatan, rasa peduli dan juga rasa bangga dari keanggotaan dalam suatu kelompok tersebut. Identitas sosial yang ada dalam diri manusia akan menghasilkan manfaat yang positif yang dapat dipertahankan dan dapat dirasakan untuk jangka panjang.
Pada saat ini banyaknya generasi milineal yang kurang mengerti adanya identitas sosial yang melekat pada dirinya dan kelompok yang ada. Dimana generasi saat ini kurang adanya interaksi yang ada lebih gemar memainkan ponsel yang dipegang daripada berbicara secara langsung. Hal ini merupakan lunturnya berkomunikasi antara satu dengan lain secara langsung dan dapat berpengaruh pada masa yang akan dimana manusia lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Hal ini merupakan hal yang sering tanpa kita sadari bahwa membuat kita semakin tidak berani untuk berkomunikasi dengan yang lain dan berkurangnya nilai keberanian dalam diri kita. Sebagai orang yang bernegara harus memiliki komunikasi yang baik dengan satu dengan yang lain. Negara merupakan suatu gambaran komunikasi politik dimana masyarakat mengatakan sebagai bagian dari negara tersebut. Maka dari itu identitas nasional merupakan keanggota seseorang dalam suatu negara. Namun Identitas nasional adalah sifat-sifat khas dari bangsa indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain didunia ini. Identitas Indonesia  meliputi Bendera merah putih, Burung Garuda, Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan banyak kebudayaan-kebudayaan indonesia. Dengan adanya banyak Identitas yang dimiliki oleh indonesia maka harus dijaga agar indentitas yang dimiliki Indonesia tidak mudah hancur atau diakui oleh negara lain dan menjadikan bangsa yang kuat. Dalam hal ini bangsa merupakan kumpulan manusia yang mana saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Sedangkan negara merupakan organisasi sesuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang diakui atau yang sah.
Untuk menjaga Indonesia agar tetap utuh maka perlu adanya dorongan kita atau memaksa diri kita untuk cepat bertindak untuk menyelesaikan masalah dengan baik dan dengan pemersatuan yang dimiliki oleh Indonesia, dan agar indonesia dikenal oleh bangsa lain dengan baik, selain itu untuk menjaga dan meningkatkan adanya kerjasama dengan bangsa dan negara lain.
Dalam suatu negara tentulah memiliki karakteristik yang berbeda-beda seperti ciri khas yang dimiliki tentulah berbeda antara negara satu dengan yang lain, memiliki kaitan erat dengan suatu bangsa, memiliki identitas yang berbeda antara satu bangsa dengan yang lain. Tentulah indonesia memiliki karakter yang berbeda seperti pancasila sebagai ciri khas atau kepribadi bangsa indonesia yang diikuti orang warganya, UUD 1945 yang tidak ada dinegara lain, penduduk yang beragama, dan bangsa yang demokratis yang tinggi. Namun sangatlah disayangkan dengan menurunnya identitas nasional dalam diri manusia dapat berdampak menurunnya nilai etika dan kehidupan, disorientasi dan belum dihayati nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa dan keterbatasan perangkat kebijakan dalam mewujukna nilai-nilai dan memudarkannya kesadaaran manusia.
Pada saat ini menurut saya, identitas nasional di indonsia mulai memudar, kurang adanya rasa nasionalisme dan rasa satu kesatuan indonesia membuat identitas nasional negara menjadi kurang diperhatikan bahkan ada yang tidak memperdulikan . Banyaknya penduduk yang ada diindonesia telah melupakan adanya unsur budaya yang dimiliki indonesia yang merupakan identitas nasional bangsa indonesia. Seperti banyaknya kasus-kasus yang kita ketahui seperti budaya barat yang masuk keindonesia melalui globalisasi telah banyak mengubah pola hidup generasi muda bahkan pola pikir anak muda saat ini, yang mana hal tersebut melupakan kultur budaya bangsa indonesia. Sudah ada banyak budaya yang telah diklaim oleh negara tetangga. Berikut adalah daftar yang diklaim oleh negara lain :
1.      Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2.      Naskah Kuno dari Sumatera barat oleh Pemerintah Malaysia
3.      Naskah kuno dari Sulawesi selatan oleh pemerintah Malaysia
4.      Lagu rasa sayang sayang e dari maluku oleh pemerintah malaysia
5.      Tari Reog Ponorogo dari jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
6.      Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
7.      Alat Musik Gamelang dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
8.      Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
9.      Tari piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
10.  Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
11.  Kain Ulos oleh Malaysia
12.  Alat musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
13.  Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
14.  Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15.  Batik tumbuk lada oleh Pemerintah Malaysia
Dari Kasus tersebut yang dapat diketahui walaupun masih banyak kasus-kasus lain dapat menunjukkan bahwa identitas nasional bangsa indonesia telah mengalami penurunan . Hal tersebut merupakan salah satu dampak yang menunjukkan masalah anatara indonesia dan malaysia tersebut. Dalam kasus yang diakui oleh negara lain maka dapat saya simpulkan bahwa kurangnya rasa nasionalisme dan identitas bersama sebagai warga negara indonesia yang masih kurang. Hal tersebut dapat menyebabkan dengan mudahnya Indonesia indonesia mejadikan sasaran dari pihak luar yang bertujuan memecah belah bangsa indonesia bahkan dapat membuat bangsa Indonesia hancur. Yang membuat hal tersebut adalah lunturnya rasa nasionalisme dan terjadinya krisis identitas nasional di masyarakat Indonesia saat ini, terutama pada generasi saat ini yang mana masih dapat diharpkan dalam menyelesaikan masalah yang ada selain peran warga negaranya sendiri. Dari banyaknya kasus-kasus yang mengancam identitas nasional dan kesatuan tanah air indonesia. maka kita sebagai generasi muda harus berusaha untuk mempertahankan nilai budaya yangt elah ada dan terus menjaga dan melestarikannya. Kita harus menyadari bahwa kita sebagai bangsa indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang harus dipertahankan dan menjadi diri dari bangsa indonesia dan kita harus bangga menjadi bagian dari tanah air kita yaitu Indonesia.

Referensi
http://www.academia.edu/12545484/EKSISTENSI_IDENTITAS_NASIONAL_DI_TENGAH_KEHIDUPAN_GLOBAL
https://idhamputra.wordpress.com/2008/10/21/teori-identitas-sosial/
https://blog.ub.ac.id/dewikhusnahamalia/2014/01/31/identitas-sosial/
https://kbbi.web.id/urgensi

Selasa, 06 November 2018

Dimana Letak Keadilan Hukum ?



            Keadilan merupakan salah satu dari tujuan negara Indonesia selaku negara hukum. Penegakan keadilan yang membuat manusia indonesia, baik selaku pribadi, selaku anggota masyarakat, maupun selaku warga negara menjadi aman, tentram dan sejahtera. Istilah adil adalah menunjukkam bahwa orang harus memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan mengerti apa hak untuk dirinya sendiri serta kewajiannya kepada orang lain dan dirinya. Upaya untuk mencapai ke arah tersebut memerlukan nilai keselarasan, keserasian dan keseimbangan yang menyangkut hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, bahasa, budaya dan status sosial ekonominya.
            Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukan bahwa manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia. Untuk mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Nilai keadilan sosial menjelaskan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama dan semua orang sama dihadapan hukum.
            Pada saat ini nilai keadilan mulai tidak diterapkan, dapat dilihat dari kasus yang terjadi pada korupsi dan pencurian buah mangga terdapat perbedaan hukum yang ditetapkan. Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa hukum yang ada di Indonesia tidaklah adil. Mengapa demikian? Karena pada kasus korupsi sebenarnya para koruptor mendapatkan hukum yang sesuai dengan Undang-undang namun pada kenyataannya para koruptor dapat melakukan suap-menyuap pada hukum sehingga dapat meringgankan hukumannya bahkan dengan melakukan suap-menyuap dapat koruptor tidak menerima hukuman atau kata lain bebas dari hukuman. Hal tersebut sangatlah tidak adil untuk kalangan yang telah dirugikan dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Namun pada kasus pencurian buah mangga yang dilakukan masyarakat biasa mendapatkan hukuman yang sesuai dengan Undang-undang dan tidak ada keringanan yang diberikan karena tidak dapat memberikan suap-menyuap yang sesuai diminta oleh pihak hukum yang mengadili hal itu sangatlah jelas terdapat perbedaan.
            Hukum yang ada di Indonesia ini sangatlah perlu dilakukan pengadilan yang lebih tinggi lagi dan memikirkan keuntungan dan kerugian yang terjadi. Adanya hukum yang tidak sesuai dengan undang-undang membuat seseorang meremehkan hukum yang ada dan membuat seseorang tidak takut adanya hukum, selagi seseorang memiliki uang yang cukup banyak maka hukuman yang ada dapat dibeli dan seseorang tidak merasakan hukuman yang berat. Hal tersebut sangatlah tidak adil bagi seseorang yang tidak memiliki uang yang cukup merasakan bagaimana rasanya didalam penjara dan hukumannya disesuaikan dengan undang-undang bahkan jika mengajukan banding maka bisa mendapatkan hukuman yang cukup lebih berat dari sebelumnya, namun jika seseorang memiliki uang yang cukup dapat membuat hukuman semakin ringan sesuai dengan apa yang didapatkan pihak penghukum.
            Keadilan seharusnya dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, bukan hanya beberapa golongan tertentu. Namun pada kenyataan yang ada, masih ada seseorang yang merasa bahwa keadilan belumlah diterapkan dengan baik. Dan keadilan yang ada di Indonesia ini masih dapat dirasakan oleh sebagian warganya saja belum secara keseluruhan, masih banyak warga Indonesia yang merasa dirugikan dengan adanya keadilan namun ada yang merasa diuntungan dengan keadilan di Indonesia ini maka dari itu keadilan di Indonesia sangatlah perlu diperketat dan ditindak tegaskan lagi dengan memikirkan segala kekurangan dan kelebihan yang ada terjadi jika adanya keadilan yang akan dikeluarkan.